Tak Mau Sakit Gigi Saat Hamil, Ini yang Harus Dilakukan

Sakit gigi saat hamil merupakan keluhan yang umum terjadi. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, sakit gigi saat hamil apakah berbahaya?

Efek sakit gigi saat hamil bergantung tingkat keparahannya. Rasa nyeri yang dialami ketika sakit gigi saat hamil dapat menimbulkan kontraksi dini. Kontraksi terus-menerus sebelum waktunya akan meningkatkan risiko janin lahir prematur.

Oleh karena itu, sakit gigi saat hamil tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kehamilan dan memengaruhi janin dalam kandungan. 

Penyebab Sakit Gigi Saat Hamil

Penyebab utama sakit gigi adalah kurang terjaganya kebersihan mulut dan gigi, terutama setelah mengonsumsi makanan manis. Untuk itu, kita disarankan rutin menggosok gigi setelah makan atau minimal dua kali sehari. Namun, sakit gigi saat hamil dapat disebabkan pula oleh hal-hal lainnya, yaitu:

  1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon selama kehamilan berpotensi menjadikan gusi lebih sensitif sehingga berisiko mengalami peradangan di gusi (gingivitis). Sakit gigi saat hamil yang disebabkan gingivitis akan menimbulkan keluhan seperti gusi membengkak dan mudah berdarah.

Selain itu, perubahan hormon juga membuat imunitas tubuh kamu melemah. Imunitas tubuh yang lemah membuat tubuh rentan terinfeksi bakteri yang akan menyebabkan sakit gigi saat hamil.  

  1. Mual dan Muntah

Perubahan hormon kehamilan menyebabkan ibu hamil sering kali mengalami mual dan muntah. Hal ini disebabkan melemahnya katup otot di kerongkongan dan lambung.

Campuran asam lambung dan makanan/minuman yang keluar ketika muntah dapat mengikis enamel gigi dan gusi. Jika terjadi terus-menerus, kerusakan enamel gigi akan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya sakit gigi saat hamil seperti gigi berlubang.

  1. Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan sakit gigi saat hamil lho. Tahukah kamu? Menurut Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi (AKG), kebutuhan kalsium ibu hamil bertambah sebanyak 200 mg dari kebutuhan sebelum hamil.

Jika kamu kekurangan kalsium saat hamil, kamu berisiko lebih tinggi mengalami sakit gigi saat hamil atau keluhan terkait kesehatan tulang. Tak hanya itu, kekurangan kalsium saat hamil dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan gigi janin.

Setelah mengetahui penyebabnya, kini kamu bisa mencegah sakit gigi saat hamil. Berikut adalah cara pencegahannya:

  1. Rutin Menjaga Kebersihan serta Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, setidaknya kamu harus menyikat gigi minimal dua kali sehari. Gunakan sikat gigi yang lembut agar tidak melukai gusi, serta gunakan pasta gigi berfluoride untuk membersihkan gigi secara maksimal.

Kamu dapat juga menggunakan benang gigi (dental floss) untuk mengambil sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Jangan lupa untuk menyikat gigi atau minimal berkumur dengan air putih selepas muntah guna membilas sisa asam lambung dan makanan.

  1. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Ibu hamil diwajibkan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang. Hal ini tidak hanya diperuntukkan guna menjaga kesehatan ibu hamil, tetapi juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Khususnya, untuk mencegah sakit gigi saat hamil, kamu bisa membatasi konsumsi makanan manis. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis berpotensi memicu infeksi bakteri dan pembusukan pada gigi.

Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan kalsium yang meningkat saat hamil, kamu dapat lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi kalsium seperti kacang-kacangan, ikan teri, tahu, dan tempe. Kamu juga bisa mengonsumsi susu, keju, dan yogurt untuk menambah asupan kalsium.

  1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Gigi dan Kandungan

Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan rutin secara berkala dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) untuk memantau kesehatan ibu dan janin.

Dokter spesialis Obgyn mungkin akan merekomendasikan suplemen tambahan, termasuk suplemen kalsium untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal. Selain rutin memeriksakan diri ke dokter spesialis Obgyn, kamu perlu rutin mengunjungi dokter gigi.

Seorang dokter gigi umum di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, drg. Dessy Amanda menganjurkan pemeriksaan gigi berkala pada trimester dua (ketika gejala mual dan muntah sudah berangsur menghilang). Hal ini penting dilakukan untuk mengecek adakah risiko sakit gigi saat hamil.

Jika kamu sudah melakukan langkah-langkah di atas namun masih mengalami sakit gigi saat hamil, jangan panik! Kamu dapat mengompres daerah yang sakit dengan es batu yang telah dibungkus kain lembut atau sapu tangan.

Tindakan ini dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat sakit gigi saat hamil. Kamu juga dapat menggunakan bawang putih untuk meredakan nyeri akibat sakit gigi saat hamil. Bawang putih mengandung alicin, zat yang memiliki sifat antibakteri dan dapat memberikan efek menenangkan secara instan.

Sebelumya, hancurkan dulu bawang putih yang akan digunakan dan bungkus dengan kain kasa, setelah itu baru diletakkan pada gigi yang sakit.

Namun, kedua hal tersebut hanya digunakan untuk sedikit meringankan rasa nyeri. Kamu  tetap harus berkonsultasi ke dokter gigi atau dokter spesialis Obgyn untuk menentukan tindakan penyembuhan dan mengobati sakit gigi saat hamil.

Mampu Mengobati Covid-19, Apa Itu Ivermectin?

Dikenal sebagai obat untuk mengatasi infeksi cacing, muncul sebuah penelitian bahwa obat tersebut bisa mengobati infeksi Covid-19. Ivermectin dianggap bisa menurunkan jumlah virus Corona pada sel yang terinfeksi. Riset lain juga menyatakan bahwa ivermectin mempercepat proses pemulihan pasien Covid-19. Lalu, apa itu ivermectin? Benarkah obat tersebut dapat mengobati Covid-19? Simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Ivermectin?

Ivermectin merupakan obat antiparasit dan digunakan untuk mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh infeksi cacing. Cara kerja ivermectin adalah dengan melumpuhkan dan membunuh larva cacing yang ada di dalam tubuh.

Obat tersebut juga digunakan untuk mengatasi infeksi kutu dan tungau. Invermectin diduga memiliki efek antiradang dan menghambat protein khusus yang diperlukan virus untuk menyerang tubuh.

Fakta Ivermectin

Digunakan sebagai obat cacing dan pembasmi kutu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ivermectin memiliki efek antivirus terhadap beberapa virus seperti zika, influenza, virus dengue dan chikungunya.

Penggunaan ivermectin sebagai obat Covid-19 telah diteliti untuk mengetahui pengaruhnya. Hasil riset menunjukkan kombinasi ivermectin dengan obat doxycycline bekerja baik dalam proses penyembuhan Covid-19.

Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada studi yang membuktikan bahwa ivermectin efektif untuk mencegah Covid-19. 

Institusi kesehatan seperti FDA, WHO, BPOM dan Kementerian Kesehatan pun belum merekomendasikan penggunaan obat tersebut untuk mencegah dan mengobati Covid-19 karena belum ada uji klinis serta data yang memadai terkait pemanfaatan ivermectin sebagai obat Covid-19.

Namun, hingga saat iniefektifitas ivermectin masih meneliti potensi ivermectin untuk mengobati penyakit Covid-19.

Indikasi Ivermectin

Obat ivermectin yang telah disetujui FDA bisa digunakan untuk mengobati infeksi berikut ini:

  • Strongyloidiasis

Merupakan infeksi cacing parasit yang menyebabkan masalah sakit perut, mulas, diare, ruam serta kembung.

  • Onchocerciasis

Parasit yang menyebabkan penyakit river blindness yang menyebabkan ruam, penyakit mata atau pertumbuhan abnormal yang ada di bawah kulit.

  • Helminthiasis

Sebuah penyakit dimana tubuh manusia dan hewan terinfeksi cacing parasit yang dapat menyebabkan kerusakan fisiologis.

  • Scabies

Scabies atau kudis, penyakit kulit yang dapat menular akibat tungau kecil sehingga menyebabkan kulit terasa gatal.

Meskipun sama-sama digunakan untuk mengobati infeksi parasit, obat yang dibuat untuk hewan tidak boleh dikonsumsu oleh manusia dan sebaliknya. Dosis obat untuk hewan besar seperti kuda dan sapi, obat tersebut akan menjadi racun jika dikonsumsi oleh manusia.

Dosis dan Cara Minum Ivermectin

Dosis penggunaan ivermectin berbeda-beda baik anak-anak maupun orang dewasa. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan berat badan dan jenis parasit atau penyakit yang menyerang. Jika ivermectin dikonsumsi secara berlebihan maka dapat menjadi racun bagi manusia.

Ivermectin hadir dalam bentuk tablet, biasanya diminum dalam dosis tunggal sebelum makan dan jeda waktu penggunaannya 1 jam atau 2 jam setelah makan.

Efek Samping Ivermectin

Seperti obat lain, ivermectin juga dapat menimbulkan efek samping, terutama jika penggunaannya tidak tepat dan dengan dosis yang tidak sesuai. Berikut adalah efek samping yang bisa mincul setelah mengonsumsi obat tersebut.

  • Gangguan pencernaan, seperti muntah, diare dan mual
  • Mengalami ruam kulit
  • Pusing hingga pingsan
  • Penurunan tekanan darah
  • Rasa tidak nyaman di dada yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan pada mata, wajah, ketiak serta beberapa bagian tubuh yang lain
  • Nyeri sendi
  • Detak jantung meningkat cepat

Itulah beberapa informasi mengenai apa itu ivermectin serta pengaruhnya terhadap Covid-19.

Bahaya! Berikut Penyakit yang Menyerang Sistem Reproduksi Pada Wanita

Menjaga kesehatan tubuh sangat penting agar tidak mudah terserang penyakit. Salah satu bagian tubuh yang rentan terserang virus maupun bakteri adalah sistem reproduksi pada wanita. Terdapat berbagai penyakit yang bisa mengancam kesehatan sistem reproduksi jika abai dengan kebersihan sistem reproduksi.

Agar kamu terhindar dari penyakit yang mengintai sistem reproduksi, simak artikel ini hingga selesai yang mengulas tentang berbagai penyakit sistem reproduksi dan cara menjaganya.

Penyakit sistem reproduksi wanita

Organ reproduksi wanita terbagi menjadi beberapa bagian yaitu vagina, rahim atau uterus, ovarium, tuba falopi, dan vulva. Fungsi utama dari organ reproduksi pada wanita adalah untuk memproduksi sel telur dan pembuahan.

Struktur organ tersebut sangat rentan dengan penyakit yang bisa mengancam kesehatan wanita. Oleh karena itu, sangat penting wanita menjaga kebersihan dan kesehatan sistem reproduksi tetap terjaga dengan baik.

Ancaman penyakit yang bisa mengintai organ reproduksi berupa berbagai jenis termasuk penyakit yang disebabkan karena infeksi maupun non-infeksi. 

Apa saja penyakit infeksi dan non-infeksi pada sistem reproduksi wanita?

Terdapat berbagai macam penyakit infeksi yang menyerang sistem reproduksi wanita, yakni:

  1. HIV/AIDS

Penyakit ini menyerang imun tubuh dan mengalahkan kemampuan tubuh melawan infeksi serta penyakit. 

Penyebab penularan HIV/AIDS adalah adanya kontak cairan tubuh penderita dengan wanita melalui hubungan seks tanpa pengaman, penggunaan alat suntik bersamaan, dan transfusi darah.

  1. Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. 

Pada umumnya, penyakit ini menunjukkan gejala seperti nyeri pada bagian bawah perut, muncul rasa sakit saat buang air, keluar cairan tidak normal dari vagina, muncul rasa sakit saat melakukan hubungan seksual, dan perdarahan vagina di antara siklus menstruasi. 

  1. Herpes genital

Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks yang memasuki luka pada kulit atau selaput lendir. 

Tanda-tanda kamu terkena herpes genital adalah gatal-gatal pada area pantat, paha dalam, dan vagina. Kemudian, muncul benjolan kecil, kulit melepuh serta luka terbuka pada organ intim.

  1. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel satu dengan gejala keluar cairan warna kehijauan melalui vagina dan terasa nyeri saat buang air kecil.

  1. Human papillomavirus (HPV)

Penyakit ini terjadi disebabkan oleh virus yang tertular karena tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Gejala HPV berupa munculnya kutil, gatal pada vagina, dan perdarahan saat berhubungan seksual.

Selain penyakit-penyakit di atas, penyakit infeksi lainnya adalah sifilis, chancroid, kandidiasis, vaginosis bakterialis, dan hepatitis B.

Sedangkan penyakit non-infeksi adalah sebagai berikut:

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah kelainan yang diakibatkan karena jaringan yang membentuk lapisan endometrium tumbuh di luar rahim atau di tempat yang tidak semestinya. 

Gejala penyakitnya ini berupa nyeri haid hebat, nyeri saat berhubungan seksual, dan terdapat benjolan pada perut.

  1. PCOS 

Polycystic Ovary Syndrome adalah sindrom penghambat ovulasi yang membentuk kista pada ovarium dengan gejala nyeri pada panggul, tumbuh rambut berlebihan pada wajah, infertilitas, dan sebagainya.

  1. Fibroid rahim

Fibroid rahim menunjukkan beberapa gejala seperti sering buang air kecil, menstruasi berat, keguguran berulang, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri punggung bawah, dan persalinan prematur.

Penyakit organ intim yang sering dialami wanita

Selain penyakit di atas, terdapat beberapa penyakit yang sering mengancam kesehatan sistem reproduksi wanita meliputi:

  • Kanker serviks, kanker ovarium, kanker rahim, kanker vagina, dan kanker vulva
  • Kista ovarium 
  • Inflamasi
  • Infertilitas

Demikian ulasan mengenai penyakit sistem reproduksi manusia. Jagalah kesehatan sistem reproduksi agar terhindar dari penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas.

Ingin Tidur Berkualitas? Inilah Tips Memilih Bantal Tidur

Bantal menjadi salah satu komponen penting saat tidur. Umumnya tidur yang cukup sekitar 7-8 jam sehari. Oleh karena itu kamu perlu memperhatikan bantal tidur yang kamu pilih untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Sebagian orang mungkin menganggap sepele pemilihan bantal. Namun jika salah memilih, tidur menjadi tidak nyenyak dan berakibat menurunnya kualitas tidur. Berikut adalah tips memilih bantal tidur untuk tidur yang lebih berkualitas.

Manfaat Bantal Tidur yang Baik

Pemilihan bantal tidur yang tepat akan memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mencegah sakit leher, pilihlah bantal yang tepat supaya kamu tidak mengalami sakit leher. Sesuaikan dengan posisi supaya leher tetap terjaga dengan baik.
  • Postur tidur lebih baik, bantal yang tepat akan membuat posisi tubuhmu tetap netral sehingga untuk kondidi tubuh tertentu disarankan untuk selektif dalam memilih bantal tidur.

Tips Memilih Bantal yang Tepat

Ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui dalam memilih bantal tidur.

  • Perhatikan posisi tidur

Sebelum memilih bantal, perhatikan dahulu posisi tidurmu. Posisi tidur akan memengaruhi jenis bantal yang dipakai. Jika kamu suka tidur dalam posisi telentang, kamu memerlukan bantal yang tipis untuk menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan bahu.

Supaya dapat menopang leher, pilihlan bantal yang memiliki tonjolan atau ekstra busa di bagian bawah bantal.

Jika kamu suka tidur tengkurap, maka bantal yang harus kamu pilih adalah bantal yang sangat tipis atau tidur tanpa bantal sama sekali. Tengkurap dapat membuat punggung bawah mendapatkan lebih banyak tekanan. Supaya lebih nyaman, kamu bisa tidur dengan posisi menyamping. Kamu bisa menggunakan bantal untuk memberikan tekanan pada perut seperti saat tidur tengkurap.

Nah, jika kamu suka tidur posisi miring, gunakan bantal tidur yang menggunakan bahan lateks, bantal lateks lebih padat dan berfungsi untuk mengganjal bahu dan telinga.

Saat tidur posisi miring, maka wajah akan menempel pada sarung bantal, oleh karena itu perhatikan juga kain sarung bantal supaya tekstur sarung bantal tidak menempel atau membekas di kulit.

  • Pertimbangkan kondisi kesehatan

Kamu perlu memperhatikan bahan dari bantal yang kamu gunakan, terutama jika kamu memiliki alergi tertentu. Pilihlah bantal yang memiliki label hypoallergenic, jenis bantal hypoallergenic biasanya berbahan dasar wol atau katun. Bahan jenis ini dapat mencegah jamur dan tungau yang biasanya ada di tempat tidur dan bantal.

Jika kamu sering mengalami sakit leher, maka pilihlah bantal yang dapat mengikuti bentuk leher. Kamu perlu menghindari bantal yang keras dan terlalu tinggi, karena dapat membuat leher menekuk selama kamu tidur dan dapat menyebabkan sakit pada leher ketika kamu bangun.

  • Sesuaikan dengan postur tubuh

Menyesuaikan bantal dengan postur tubuh menjadi poin yang penting saat memilih bantal tidur. Jangan memilih bantal ukuran queen, large atau king jika kamu memiliki postur tubuh yang kecil. Ukuran bantal tersebut terlalu tinggi dan dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu.

Selain ukura, kamu juga perlu memperhatikan isi bantal tidur yang kamu gunakan. Rekomendasi isi bantal tidur yang baik adalah bulu angsa, busa, lateks, wol atau katun dan memory foam atau busa memori.

Itulah beberapa tips memilih bantal tidur yang dapat kamu gunakan sebagai referensi sebelum menentukan bantal yang kamu pilih. Pastikan sesuai dengan kondisi tubuhmu sehingga kamu mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Inilah Cara Membuat Sugar Wax Alami

Sebagai wanita, tentu saja kamu ingin memiliki kulit yang mulus tanpa bulu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mencukur bulu badanmu. Namun, tahukah kamu bahwa ada alternatif lain yakni dengan cara waxing. Simak artikel berikut untuk tahu cara membuat sugar wax alami.

Apakah yang Dimaksud Dengan Wax Sugar?

Sebelum mengetahui cara membuat sugar wax, mari simak penjelasan berikut. Waxing dikenal sebagai salah satu cara untuk menghilangkan bulu di tubuhmu dengan jumlah yang banyak sekaligus. Cara ini bisa dilakukan dengan mencabut bulu yang ada di badanmu menggunakan sugar wax yang berupa gula karamel yang telah dipanaskan.

Sugar wax yang sudah dipanaskan akan dioleskan ke bagian tubuh yang ingin kamu hilangi bulunya. Lalu, kamu bisa mencabutnya menggunakan handuk atau kain kasa yang bisa kamu beli di tempat terdekat.

Silakan kamu tekan pelan-pelan kain atau handuk tersebut selama beberapa saat, lalu tarik dengan berlawanan arah sehingga sugar wax yang menempel akan ikut mencabut bulu yang telah diolesi oleh sugar wax sampai ke akaranya.

Pada dasarnya, semua bagian tubuh yang ditumbuhi oleh bulu bisa di waxing. Namun umumnya, orang-orang yang melakukan waxing hanya melakukannya pada bagian tubuh tertentu seperti lengan, punggung, paha, perut, betis, dan bagian wajah.

Sugar wax sendiri jika dilihat bahannya, berbeda dengan lilin yang biasa digunakan untuk mencabut bulu. Sugar wax merupakan olahan yang bisa dengan mudah kamu dapatkan dan buat di rumah.

Bahan sugar wax ini adalah merupakan kombinasi dari air, gula, serta jus lemon yang dimanfaatkan untuk mencabut bulu pada tubuhmu. Bahan-bahan tersebut nantinya akan digunakan sebagai semacam pasta lengket untuk mencabut bulu pada tubuhmu.

Apakah Fungsi Sugar Wax?

Fungsi serta cara kerja sugar wax adalah pencukuran bulu dengan menghilangkan bulu sampai ke akarnya. Olahan sugar wax yang lengket dan menempel pada bulu di tubuhmu akan menahan rambut kulit ketika dicabut.

Fungsi dari waxing menggunakan sugar wax adalah mencabut bulu hingga ke akaranya dalam jumlah besar dan tanpa menimbulkan rasa sakit.

Cara Membuat Sugar Wax dengan Mudah di Rumah

Berikut adalah cara membuat sugar wax sendiri dengan mudah yang bisa kamu buat di rumah. Bahan-bahannya pun terjangkau dan mudah didapatkan. Simak penjelasan di bawah ini, ya!

  1. Siapkan air, gula, serta jus lemon dengan perbangingan 2:1 gula agar dapat cair. Kamu bisa menyesuaikan lagi rasionya jika kamu ingin membuat adonan sugar wax yang lebih banyak.
  2. Campur bahan tersebut ke dalam mangkuk yang sama
  3. Panaskan bahan-bahan yang sudah tercampur tersebut menggunakan api kecil
  4. Pastikan adonan tersebut panas namun jangan sampai mendidih
  5. Kamu dapat menggunakan termometer makanan untuk mengecek suhu adonannya
  6. Jika panas suhu adonan telah mecapai 110-126 derajat C, maka segera angkat pancinya
  7. Lalu, tuang adonan sugar wax tersebut ke dalam wadah kaca agar dingin
  8. Tunggu adonan hingga panasnya sama dengan suhu ruangan, baru kamu bisa menggunakannya.

Setelah suhu adonan sama dengan suhu ruangan, kamu bisa mulai mengaplikasikannya pada bagian tubuh yang ingin kamu hilangi bulunya.

Itulah beberapa informasi mengenai cara membuat sugar wax alami yang bisa kamu buat di rumah dengan mudah. Semoga informasi mengenai sugar wax ini  bermanfaat, ya! Selamat mencoba!

Cara Menggugurkan Hamil Sesuai Aturan Medis

Tindakan dalam cara menggugurkan hamil terbagi menjadi dua jenis yaitu secara legal dan ilegal. Menggugurkan kandungan atau aborsi ilegal banyak sekali dilakukan oleh mereka yang menolak akan kehadiran anak dengan berbagai macam alasan. Tentu saja hal itu melanggar hukum yang berlaku.

Belum lagi bila cara menggugurkan kandungan tergolong tidak memenuhi standar medis, risiko kematian bagi sang ibu sangat besar. Menggugurkan kehamilan secara legal dan dilakukan oleh tenaga medis profesional berizin secara umum disertai alasan-alasan yang memang menjadikan tindakan tersebut sebagai solusi terbaik.

Cara Menggugurkan Hamil yang Dibolehkan

Kondisi seperti apa yang biasanya menjadi latar belakang dokter menyarankan untuk lakukan pengguguran janin? Beberapa kondisinya meliputi:

Kelainan pada janin.

  • Cacat lahir.
  • Kelainan kromosom.
  • Berhubungan dengan kesehatan ibu.

Sebelum pihak dokter mengindikasi tindakan aborsi, akan ada banyak rangkaian tes yang harus dijalani untuk memastikan bahwa ada alasan jelas mengapa janin harus digugurkan. Sebagian besar berhubungan pada kondisi kesehatan sang ibu yang mana bisa berisiko.

Cara-cara menggugurkan kehamilan secara medis sebagai berikut.

  1. Obat Menggugurkan Kandungan

Cara yang pertama yaitu mengonsumsi obat khusus sesuai resep. Obat untuk menggugurkan kandungan ini bekerja menghambat dan menghentikan hormon progesteron. Hormon ini berperan penting dalam proses perkembangan embrio.

Pemberian obat biasanya hanya untuk kandungan dalam usia trimester pertama atau di bawah 12 minggu. Saat embrio tidak lagi berkembang, maka akan terjadi pendarahan hebat. Obat yang dikonsumsi juga akan membantu mendorong embrio agar secara alami terdorong dan keluar.

  1. Menjalani Prosedur Operasi

Karena tidak semua ibu hamil bisa konsumsi obat seperti adanya alergi, memiliki riwayat tertentu, dan alasan lainnya termasuk ketika usia kandungan melebihi batas, maka prosedur operasi pun disarankan. Jenis operasinya pun akan menyesuaikan kondisi dan usia janin.

Adapun jenis operasi yang dijalani untuk aborsi di antaranya:

  • Aspirasi Vakum

Aspirasi vakum adalah operasi dengan mengisap menggunakan alat vakum yang dimasukan melalui vagina. Pasien akan diminta untuk duduk di kasur khusus, lalu terlebih dulu disuntikan obat bius. Lama operasi ini hanya sekitar 10 sampai 15 menit saja.

Alat vakum yang dimasukan akan membersihkan isi rahim. Jenis operasi ini tidak berlaku bagi semua kondisi. Ibu yang alami pembekuan darah, kondisi tidak normal pada rahim, mengalami infeksi, serta kondisi lainnya tidak diperbolehkan menjalani operasi aspirasi vakum.

  • Dilatasi dan Ekstraksi

Berikutnya, cara menggugurkan kehamilan yang berupa prosedur operasi adalah dilatasi dan ekstraksi. Operasi ini harus dilakukan bila kehamilan sudah memasuki trimester kedua atau lebih dari 21 minggu.

Prosedur yang dilakukan dengan menggabungkan aspirasi vakum, forcep,  dilatasi, juga pembedahan. Dilatasi dan ekstraksi perlu dilakukan ketika ibu dan kandungan mengalami masalah yang sangat serius.

  • Dilatasi dan Evakuasi

Tidak berbeda dari ekstraksi, dilatasi dan evakuasi adalah prosedur operasi aborsi yang melalui tahapan gabungan aspirasi, forcep, dilatasi, tanpa adanya pembedahan. Operasi membutuhkan waktu 10-20 menit.

Banyak orang umum yang menyebutnya juga dengan sebutan ‘kuret’. Prosedur ini akan menimbulkan rasa sakit hebat dan biasanya dokter akan membantu mengurangi dengan pemberian obat.

Melalui dan menjalani cara menggugurkan hamil berdasarkan tindakan medis profesional tentunya akan berhubungan pada kestabilan kesehatan mental dan fisik ibu, serta keluarga terdekat. Karenanya, dibutuhkan dukungan kuat dari pasangan dan keluarga ketika seorang ibu terpaksa menjalani tindakan aborsi.

Waspadai Faktor Penyebab Polimenorea pada Perempuan

Pernahkah kamu mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek dan berbeda dari normalnya? Kondisi yang disebut polimenorea adalah siklus menstruasi yang biasanya berlangsung kurang dari 21 hari.

Tentunya kondisi polimenorea adalah sebuah penyakit dan tidak normal jika berlangsung secara terus-menerus selama lebih dari tiga kali siklus. Lalu, sebenarnya kondisi polimenorea apakah bahaya?

Yuk, terus simak artikel ini untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai polimenorea yang bisa terjadi pada setisap perempuan berikut penyebab dan cara menanganinya.

Pengertian Polimenorea

Polimenorea adalah sebuah gangguan siklus menstruasi yang bisa dialami oleh setiap wanita. Gangguan polimenorea menyebabkan siklus menstruasi berlangsung lebih pendek dari siklus normalnya, yakni kurang dari 21 hari. Sedangkan siklus menstruasi yang normal bagi perempuan adalah 21-28 hari dengan masa menstruasi antara 2-7 hari.

Sebagai sebuah kondisi yang tidak biasa atau abnormal, tentunya polimenorea ini dapat indikasi terjadinya suatu kondisi yang lebih serius, atau emicu munculnya penyakit yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu dampak buruk jika seorang perempuan mengalami polimenorea adalah adanya kemungkinan untuk sulit melakukan program kehamilan. Hal ini disebabkan karena siklus menstruasi serta masa subur yang terlalu singkat serta sulit untuk diprediksi kapan waktu siklusnya.

Ciri-Ciri Polimenorea

Salah satu ciri gejala seorang perempuan mengalami polimenorea adalah siklus menstruasinya yang lebih pendek dari siklus normal dan hal ini terjadi selama lebih dari tiga kali siklus.

Beberapa ciri lain seseorang mengalami polimenorea antaranya:

  • Siklus mentruasi yang pendek, kurang dari 21 hari, dan terjadi selama lebih dari tiga kali siklus.
  • Perempuan yang mengalami polimenorea berada pada rentang usia produktif, yakni 20-45 tahun.
  • Munculnya gejala tambahan yang menyertai kondisi polimenorea, gejala ini bisa sangat berbeda-beda bagi setiap perempuan yang mengalami.
  • Perempuan dengan konisi polimenorea cenderung sulit hamil.

Penyebab Polienorea

Faktor penyebab terjadinya kondisi polimenorea pada perempuan sangatlah bermacam-macam. Namun, beberapa faktor yang paling sering menjadi pemicu polimenorea antara lain adalah:

Stress

Salah satu penyebab terjadinya kekacauan pada siklus menstruasi perempuan yang paing umum adalah stress. Stress dapat memicu kinerja hormon dalam tubuh jadi kacau serta mengirimkan sinyal ke otak yang bersifat menganggu keseimbangan kerja tubuh.

Maka perlu adanya penanganan dan pengelolaan stress seeta emosi agar kerja hormon tubuh jadi lebih baik.

Hormon tidak seimbang

Seperti yang disinggung di atas, stress dapat menyebabkan kinerja hormon jadi kacau, maka ketidakseimbangan hormon tentunya dapat berefek pada terjadinya kondisi polimenorea pada siklus menstruasi.

Hormon tidak seimbang ini dapat dipivu oleh stress, tubuh yang obesitas atau bahkan terlalu kurus, atau juga karena penyakit kelainan hormon seperti adanya disfungsi pada kelenar tiroid, adrenal, dan hipofisis.

Penggunaan kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi atau KB dapat memicu terjadinya siklus haid yang tidak berimbang. Maka perlu untuk melakukan konsultasi dan memilik alat kontrasepsi yamg paling sesuai serta tidak memberi efek samping yang dapat membahayakan.

Menopause

Menopause atau berhentinya siklus mentruasi pada perempuab, lazimnya yang telah mebcapai usia 45 tahun ke atas dapat pula memicu terjadinya polimenorea sebelum silkus menstrasi benar-benar berakhir.

Endemotriosis

Endometriosis adalah kondisi adanya sel-sel atau jaringan yang tumbuh di luar jariangannya, seperti misalnya di tuba faloppi atau ovarium.

Kondisi ini umumnya timbul dengan disertai berbagai gejala, dan salah satunya adalah kelainan siklus menstruasi seperti polimenorea.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit menular seksual, seperti misalnya klamidia dan gonore, tentunya merupakan suatu kondisi yang cukup serius. Penyakit ini turut muncul dengan disertai berbagai macam gejala, seperti rasa sakit saat buang air, adanya luka pada kelamin, keluar lendir, hingga siklus menstruasi yang tidak normal pada perempuan.

Konsumsi obat-obatan

Penggunaan obat-obatan untuk menanganani penyakit tertentu kadang juga bisa memicu efek samping berupa pendarahan atau siklus mentruasi yang lebih singkat dari normalnya.

Penanganan Polimenorea

Cara penanganan kondisi siklus haid yang tidak normal seperti polimenorea adalah dengan cara menangani penyebabnya. Melakukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk mengatahui pemicu terjadinya polimenorea adalah langkah pertama yang wajib untuk dilakukan. Dan setelah ditemukan penyebabnya, terus lakukan perawatan dan konsultasi untuk memperbaiki siklus menstruasi.