Waspadai Faktor Penyebab Polimenorea pada Perempuan

Pernahkah kamu mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek dan berbeda dari normalnya? Kondisi yang disebut polimenorea adalah siklus menstruasi yang biasanya berlangsung kurang dari 21 hari.

Tentunya kondisi polimenorea adalah sebuah penyakit dan tidak normal jika berlangsung secara terus-menerus selama lebih dari tiga kali siklus. Lalu, sebenarnya kondisi polimenorea apakah bahaya?

Yuk, terus simak artikel ini untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai polimenorea yang bisa terjadi pada setisap perempuan berikut penyebab dan cara menanganinya.

Pengertian Polimenorea

Polimenorea adalah sebuah gangguan siklus menstruasi yang bisa dialami oleh setiap wanita. Gangguan polimenorea menyebabkan siklus menstruasi berlangsung lebih pendek dari siklus normalnya, yakni kurang dari 21 hari. Sedangkan siklus menstruasi yang normal bagi perempuan adalah 21-28 hari dengan masa menstruasi antara 2-7 hari.

Sebagai sebuah kondisi yang tidak biasa atau abnormal, tentunya polimenorea ini dapat indikasi terjadinya suatu kondisi yang lebih serius, atau emicu munculnya penyakit yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu dampak buruk jika seorang perempuan mengalami polimenorea adalah adanya kemungkinan untuk sulit melakukan program kehamilan. Hal ini disebabkan karena siklus menstruasi serta masa subur yang terlalu singkat serta sulit untuk diprediksi kapan waktu siklusnya.

Ciri-Ciri Polimenorea

Salah satu ciri gejala seorang perempuan mengalami polimenorea adalah siklus menstruasinya yang lebih pendek dari siklus normal dan hal ini terjadi selama lebih dari tiga kali siklus.

Beberapa ciri lain seseorang mengalami polimenorea antaranya:

  • Siklus mentruasi yang pendek, kurang dari 21 hari, dan terjadi selama lebih dari tiga kali siklus.
  • Perempuan yang mengalami polimenorea berada pada rentang usia produktif, yakni 20-45 tahun.
  • Munculnya gejala tambahan yang menyertai kondisi polimenorea, gejala ini bisa sangat berbeda-beda bagi setiap perempuan yang mengalami.
  • Perempuan dengan konisi polimenorea cenderung sulit hamil.

Penyebab Polienorea

Faktor penyebab terjadinya kondisi polimenorea pada perempuan sangatlah bermacam-macam. Namun, beberapa faktor yang paling sering menjadi pemicu polimenorea antara lain adalah:

Stress

Salah satu penyebab terjadinya kekacauan pada siklus menstruasi perempuan yang paing umum adalah stress. Stress dapat memicu kinerja hormon dalam tubuh jadi kacau serta mengirimkan sinyal ke otak yang bersifat menganggu keseimbangan kerja tubuh.

Maka perlu adanya penanganan dan pengelolaan stress seeta emosi agar kerja hormon tubuh jadi lebih baik.

Hormon tidak seimbang

Seperti yang disinggung di atas, stress dapat menyebabkan kinerja hormon jadi kacau, maka ketidakseimbangan hormon tentunya dapat berefek pada terjadinya kondisi polimenorea pada siklus menstruasi.

Hormon tidak seimbang ini dapat dipivu oleh stress, tubuh yang obesitas atau bahkan terlalu kurus, atau juga karena penyakit kelainan hormon seperti adanya disfungsi pada kelenar tiroid, adrenal, dan hipofisis.

Penggunaan kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi atau KB dapat memicu terjadinya siklus haid yang tidak berimbang. Maka perlu untuk melakukan konsultasi dan memilik alat kontrasepsi yamg paling sesuai serta tidak memberi efek samping yang dapat membahayakan.

Menopause

Menopause atau berhentinya siklus mentruasi pada perempuab, lazimnya yang telah mebcapai usia 45 tahun ke atas dapat pula memicu terjadinya polimenorea sebelum silkus menstrasi benar-benar berakhir.

Endemotriosis

Endometriosis adalah kondisi adanya sel-sel atau jaringan yang tumbuh di luar jariangannya, seperti misalnya di tuba faloppi atau ovarium.

Kondisi ini umumnya timbul dengan disertai berbagai gejala, dan salah satunya adalah kelainan siklus menstruasi seperti polimenorea.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit menular seksual, seperti misalnya klamidia dan gonore, tentunya merupakan suatu kondisi yang cukup serius. Penyakit ini turut muncul dengan disertai berbagai macam gejala, seperti rasa sakit saat buang air, adanya luka pada kelamin, keluar lendir, hingga siklus menstruasi yang tidak normal pada perempuan.

Konsumsi obat-obatan

Penggunaan obat-obatan untuk menanganani penyakit tertentu kadang juga bisa memicu efek samping berupa pendarahan atau siklus mentruasi yang lebih singkat dari normalnya.

Penanganan Polimenorea

Cara penanganan kondisi siklus haid yang tidak normal seperti polimenorea adalah dengan cara menangani penyebabnya. Melakukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk mengatahui pemicu terjadinya polimenorea adalah langkah pertama yang wajib untuk dilakukan. Dan setelah ditemukan penyebabnya, terus lakukan perawatan dan konsultasi untuk memperbaiki siklus menstruasi.

Sumber:

https://yoona.id/blog/plomenorea-adalah/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *